0

Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.

Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.
Ciri-ciri batang, daun, dan bunga/buah
Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.
Daun sirih yang berasal dari tanaman Piper betle mengandung minyak atsiri yang terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, estargiol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpen, seskuiterpen, fenilpropan dan tanin.
Kandungan daun sirih tersebut memiliki kemampuan untuk mematikan bakteri, mematikan jamur, dan juga memiliki peranan sebagai antioksidan. Karena itu, daun sirih telah lama digunakan sebagai antiseptik untuk pengobatan luka luar.
Untuk mendapatkan efek antiseptiknya, sejumlah daun sirih biasanya akan direbus dan air rebusan daun sirih tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai obat kumur atau digunakan untuk membersihkan bagian tubuh lain. Diperlukan kepekatan yang berbeda-beda dari ekstrak daun sirih untuk mendapatkan fungsi yang berbeda pula, baik sebagai antibakteri maupun antijamur.
Meskipun telah terbukti memiliki sifat antiseptik, namun hindarilah penggunaan air rebusan daun sirih untuk membersihkan mata. Terlebih jika dalam pemrosesannya tidak terjamin kebersihan dan kesterilan dari ekstrak daun sirih yang dihasilkan sehingga penggunaannya justru akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi mata.
Mata Mampu Melindungi Diri Sendiri
Dalam keadaan normal, mata sebenarnya tidak memerlukan pemberian cairan antiseptik dari luar untuk menjaga kebersihannya, karena mata telah dilapisi oleh air mata yang mengandung albumin, globulin, lysozym, imunoglobulin IgA, IgG, dan IgE yang dapat berfungsi untuk :
  1. menghambat pertumbuhan mikroorganisme
  2. memberikan nutrisi yang cukup kepada kornea
  3. membasahi dan melindungi permukaan epitel konjungtiva dan korena dari benda-benda asing, misal debu dan partikel halus lainnya.
Disamping itu, mata juga memiliki kelopak mata yang dapat berkedip untuk melindungi mata dari paparan matahari, debu dan benda asing dari luar. Dengan adanya air mata dan kelopak mata, maka mata sudah memiliki mekanisme pertahanan yang cukup kuat terhadap debu, partikel-partikel halus ataupun dari mikroorganisme asing yang biasa ditemukan di lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari.
Mengapa Air Rebusan Daun Sirih Berbahaya bagi Mata?
Cairan hasil rebusan daun sirih akan menghasilkan ekstrak daun sirih berwarna kuning muda kehijauan dan bersifat asam, dengan pH ± 4. Semakin banyak daun sirih yang direbus, maka tingkat keasaman cairan rebusannya akan bertambah.
Paparan cairan yang bersifat asam ini akan bereaksi dengan air mata yang melapisi permukaan mata, yang selanjutnya akan menimbulkan perubahan pH (tingkat keasaman) di permukaan mata menjadi lebih asam.
Perubahan pH ini dapat menimbulkan kerusakan pada permukaan mata, yaitu pada lapisan epitel kornea dan konjungtiva. Rasa perih yang timbul setiap kali seseorang mencoba membersihkan matanya dengan air rebusan daun sirih merupakan suatu pertanda terjadinya kerusakan pada permukaan mata, terutama pada permukaan kornea yang banyak mengandung ujung-ujung serat saraf.
Daun sirih yang kotor dan tidak steril banyak mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan infeksi mata. Jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang sering ditemukan pada materi yang bersifat organik seperti daun-daunan.
Adanya kerusakan pada permukaan kornea akan mempermudah jamur tersebut untuk masuk ke dalam kornea mata dan menimbulkan infeksi pada kornea mata. Infeksi jamur pada kornea mata ini dalam dunia kedokteran dikenal sebagai keratitis jamur. Pengobatan yang tidak tepat terhadap keratitis jamur seringkali akan berakhir pada kebutaan.
Karena itu, sayangilah mata anda. Mata adalah salah satu organ tubuh yang paling sensitif. Hindarilah penggunaan sembarang obat-obatan untuk mengatasi penyakit mata, karena tanpa petunjuk pengobatan dari dokter anda maka niat baik anda untuk melindungi mata justru akan membawa petaka berupa hilangnya penglihatan.
Di luar bahayanya air rebusan daun sirih, terdapat kelebihan yang tersimpan. Daun sirih sangat terkenal karena khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, yaitu dari mimisan (keluar darah dari hidung) sampai dengan diare dan sakit gigi.
Mimisan
Ambil daun sirih satu lembar, gulung sambil di tekan agar keluar minyaknya lalu gunakan untuk menyumbat hidung yang mengeluarkan darah.
Diare
Ambil 4 – 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa.Tumbuk semua bahan bersama-sama sampai halus, lalu gosokkan pada bagian perut. Ulangi sampai sembuh
Sakit gigi
Pengobatan: Di kumur1. daun sirih direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih lalu dinginkan air rebusan tersebut.Gunakan air rebusan untuk berkumur. Diulang secara teratur sampai sembuh.2. Ambil 2 lembar daun sirih yang telah diremas, garam secukupnya.Caranya, bahan tersebuh diseduh dengan air panas sebanyak 1 gelas, kemudian aduk sampai garam larut, biarkan sampai dingin. Air tersebut digunakan untuk berkumur.
Alergi Pengobatan: luar, di oleskan pada bagian yang gatalBahan: 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok minyak kayu putih.Caranya, semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama hingga halus, kemudian digosokkan pada bagian badan yang gatal-gatal.
Bronkhitis
Ambil 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.Caranya, daun sirih dirajang halus, kemudian direbus bersama gula batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, lalu disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan.
Keputihan
Ambil 7 – 10 lembar daun sirih.Caranya, daun sirih direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih. Saat masih hangat, air rebusan daun sirih tersebut dipakai untuk membasuh dan membersihkan seputar kemaluan secara berulang-ulang.
Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan.
Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam Iubang hidung.

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, ada puluhan manfaat daun sirih yang dibedakan dari pemakaiannya:

  1. Batuk
  2. Sariawan
  3. Bronchitis
  4. Jerawat
  5. Keputihan
  6. Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
  7. Demam berdarah
  8. Bau mulut
  9. Haid tidak teratur
  10. Asma
  11. Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
  12. Gusi bengkak (getahnya)
  13. Membersihkan Mata

Pemakaian luar

  1. Eksim
  2. Luka bakar
  3. Koreng (pyodermi)
  4. Kurap kaki
  5. Bisul
  6. Mimisan
  7. Sakit mata
  8. Perdarahan gusi
  9. Mengurangi produksi ASI
  10. Menghilangkan gatal

Poskan Komentar

 
Top